Postingan

#2019, GANTI HALUAN

Gambar
Kepulangan saya, yang bisa dikatakan sedikit terpaksa saat lebaran kemarin, ternyata membawa saya pada cerita duka petani jeruk Banyuwangi. Seorang sahabat saya yang sudah tiga tahun terakhir berprofesi sebagai petani jeruk menyatakan #2019 GANTI HALUAN. Jeruk sudah tidak memiliki nilai jual lagi. Ratusan juta modal yang ditanamkan sejak tiga tahun terakhir melayang entah kemana. Booming buah jeruk melanda Banyuwangi sejak lima tahun terakhir. Dengan kisaran harga tertinggi bisa mencapai Rp7.000 per kilo dan terendah hingga Rp4.000 per kilo di tingkat petani menjadi buah berbulir ini menjadi komoditas pertanian yang menawan. Alhasil, ribuan hektar lahan pertanian produktif yang jika dioptimalkan dengan tanaman padi menghasilkan ribuan ton. Berubah wujudnya menjadi lahan tandus yang berisikan ratusan pohon jeruk. Berpagar ketat pula. Jika tidak percaya, mulainya menyusuri kawasan Selatan Banyuwangi dimulai dari Genteng. Sebelumnya pemandangan indah ribuan hektar sawah ...

Berkatalah Sang Alkemis Tentang Hati

Ketika dia akhirnya di bertemu Sang Alkemis, sang pembuat emas dan penjaga rahasia suci kehidupan, dia terpana karena hanya diminta kembali belajar bicara dengan hati. Sesuatu yang sudah lama dia tidak lakukan. Terakhir bicara dengan hatinya, dia lakukan usai mendapatkan mimpi basah pertama kalinya. Sesudahnya dia tidak pedulikan lagi soal apa yang dikatakan hati. Dia lantas menjadi sama seperti orang lain. Bekerja mengejar apa yang bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Dia melupakan tentang hatinya yang sejak awal kelahirannya membicarakan tentang tujuan hidup dan takdirnya. Malam ini dia sendiri saja. Memandang langit malam dengan bintang pari di selatan. Malam tergelap adalah adalah akhir malam menjelang fajar. Perlahan-lahan hatinya mulai berbicara. Canggung pada awalnya. Sebelumnya Sang Alkemis berkata, “Sebagai manusia, kita tidak akan pernah bisa lari dari hati. Dengarkanlah suaranya. Cobalah memahami apa yang diceritakannya. Dengan begitu kau tidak perlu takut...

Insomnia Adalah Tirakat....

Gambar
Sudah hampir tiga minggu ini saya selalu tidur di atas jam 01.00 dini hari. Dalam medis biasa disebut gangguan tidur atau insomnia.   Bahkan ketika badan sudah letih, namun saya tidak bisa memejamkan mata sebelum bilah pendek jam dinding menunjuk pukul 01.00 lebih. Parahnya, pada siang hari saya tidak bisa tidur guna membalas dendam. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Kebiasaan saya tidur lewat tengah malam adalah ketika saya memiliki bahan penulisan yang harus saya tuangkan. Seberat-beratnya kantuk, saya masih bisa bertahan untuk menyelesaikan tulisan. Namun tiga minggu terakhir, saya nyaris kehilangan ide untuk menemukan bahan tulisan. Alhasil dengan mata yang masih belum habis watt-nya, saya hanya berguling-guling di kasur atau di lantai. Jikapun tidak, maka notebook andalan saya menyalah untuk mengamati hal baru di dunia internet. “Cobalah membaca buku, pasti sebelum selesai tiga halaman kamu pasti dan mengantuk dan memutuskan cepat tidur,” saran seorang ...

Sebungkus Nasi

Apa yang kamu pikirkan tentang sebungkus nasi yang tidak pernah engkau ketahui siapa pemiliknya yang kau lihat di gudang kantor dalam kondisi lapar serta tak ada uang sama sekali di celana? Sebungkus nasi yang masih hangat di pagi hari diawal jam kerja? Dengan perut perih keroncongan? Apa yang akan kau lakukan kawan? Membiarkan nasi itu tergeletak saja tanpa di sentuh atau engkau akan memakannya tanpa izin terlebih dahulu? Ternyata rasa laparlah yang menjadi pemenang. Dan aku percayalah aku pernah mengalaminya. Di 2002 peristiwa itu tepatnya. Sebuah hal yang sebelumnya tidak pernah aku rasakan dari 21 tahun kehidupanku. Kelaparan di saat mulai kerja dan tanpa ada uang sama sekali. Demikian juga dengan teman-teman yang biasanya aku pinjami mereka kosong ngak ada uang. Minta kiriman uang orang tua, pantang dilakukan jika tidak untuk membayar kuliah. Sepenggal cerita dari Surabaya yang akan selalu diingat selamannya. Mencuri sebuah nasi bungkus di tengah kela...

Sebuah Cerita Dari Bertamu

Baiklah. Saya akan memulai cerita ini dari sebuah perkara tamu-bertamu. Jadi saya sengaja mengunjunginya sesaat sebelum berangkat memancing di sungai kecil di sekitar wilayahnya. Sambil mengopi dan saya merokok. Dia sudah lama berhenti merokok. Kami berbicara santai. Awalnya tentang kabar dan rencana saya hari itu mau ke mana? Saya jawab saja, karena sedang tidak sibuk saya berencana mancing wader. Tapi sebelumnya saya ingin merasakan kopi buatanmu. Lumayan dapat kopi gratisan. Dia lantas bertanya apa yang akan saya lakukan dalam waktu dekat untuk mendapatkan kesuksesan kembali? Saya dengan tegas mengatakan bahwa saya ingin memiliki koran lokal sendiri di sebuah daerah. Harapan saya adalah daerah kelahiran Kabupaten Banyuwangi yang 28 tahun saya tinggalkan. Mengapa memilih koran, bukankah saat ini sudah jelas bisnis koran diambang kematian karena serangan bertubi dari dunia online. Semua orang tidak membutuhkan koran untuk mendapatkan berita. Tinggal klik, semua i...

Menimang-nimang Presiden 2019

Gambar
Perjumpaan saya dengan Taufik Rahma seorang Peneliti Centre for Presidential Studies, Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada berawal dari ajakan Arief Koes rekan wartawan dari majalah nasional. Toh acara yang akan saya datangi berada dalam satu area. Berbicara santai dengan Taufik, rasanya saya belajar  dasar  ilmu politik yang fokus membaca pergerakan perebutan kekuasaan  kursi Presiden. Terlebih lagi tahun pesta demokrasi akan memanas. Sejauh ini, hanya dua orang saja yang sudah mendeklarasikan dirinya maju dalam Pemilihan Presiden 2019. Pertama tentu saja Joko Widodo yang ingin mempertahankan dua periode kekuasaan dengan dukungan partai-partai PDIP, Golkar, PKB, PPP, Nasdem, PSI, Perindo, dan Hanura. Kemudian di pihak lawannya, Prabowo Subianto Ketua Umum Gerindra mencoba membalas kekalahan di 2014 lalu dengan mengandeng PKS sebagai mitra koalisinya. Untuk kubu Demokrat dan PAN masih adem ayem tanpa ada ...

Infobesity

Gambar
Saya tertarik tentang kata ini ketika pertama kali membacanya dalam sebuah artikel di satu situs berita. ‘Infobesity’. Dari beberapa pencarian, barulah saya mengetahui bahwa arti kata ini menyangkut tentang kejenuhan informasi yang dialami manusia di era digital sekarang ini. Kata infobesity ini berasal dari dua kata terpisah yaitu ‘informasi’ dan ‘obesitas’. Ini mengacu pada kelebihan berat badan akibat konsumsi cepat saji yang tidak terkontrol. Terus terang saya agak ragu, dengan kapasitas dan kemampuan saya membahas masalah ini. Meski pada dasarnya ini termasuk dalam kajian studi yang begitu saya minati. Saya memutuskan memberanikan diri karena saya nekad. Infobesity pertama kali muncul dalam ‘The Shock Future’ Alvin Tofller yang bercerita tentang kondisi masa depan manusia dengan perkembangan teknologinya termasuk komunikasi. Berbagai bentuk media massa, diramalkan akan hadir dalam bentuk yang sangat mudah didapatkan dalam dalam satu kemasan (Kovergensi media). Dan ini suda...