Postingan

Penanya Hujan Itu Sudah Tak Ada Lagi

Gambar
“Jawah ora kono (Hujan tidak sana)?” katanya saat bertemu 13 tahun silam. Kala itu saya mengantar anak gadisnya pulang untuk pertama kalinya.  Pada kunjungan kedua, saya melamar anak gadisnya dan bertahan sampai sekarang. Saya agak kikuk juga untuk menjawabnya. Pertama karena saya tidak paham artinya saat itu. dan kedua ketika saya paham artinya, saya bingung menjawabnya. Kala itu jelas-jelas musim panas, kenapa menanyakan hujan. Pertanyaan yang aneh bagi saya yang berprofesi sebagai penanya. Setelah menjadi anak mantunya, pertanyaan yang sama selalu diajukan ke saya baik saat saya menjenguk dan bersilaturahmi ke beliau. Maupun saat beliau ingin melihat putri bungsunya di Mbantul. “Hujan tidak di sini?” tanyanya usai mendudukan dirinya pada posisi yang nyaman di rumah saya tak berkursi. Terus terang jawaban yang saya berikan tentu saya sesuaikan dengan kondisi atau cuaca yang saat itu terjadi. Jika sedang hujan, saya jawab hujan. Jika panas saya jawab panas. Yang mengherankan meski...

Perihal; Kredo Lima ‘M’ Di Gedung Dewan Malioboro

Gambar
  Sore ini di salah satu group, saya membaca ada dua kiriman naskah berita tantang pernyataan orang yang kemarin habis diberitakan. Dalam seminggu ini, sosok yang berprofesi sebagai anggota Dewan Malioboro atau wakil-nya rakyat itu tampil sebanyak tiga kali di banyak media. Kerja yang luar biasa. Asal tahu saja, tidak banyak sebenarnya wakil rakyat di Indonesia ini yang doyan tampil di media. Rata-rata mereka bersembunyi dari kejaran para kuli tinta. Kondisi ini sepengetahuan saya tidak hanya terjadi di tingkat daerah. Kabupaten/Kota atau Provinsi, tapi di tingkat pusat juga sama. Sebisa mungkin menghindari para kuli tinta. Kecuali mereka yang menjadi oposisi. Mereka akan meminta bantuan untuk menyebarkan kritikan mereka. Itu kadang kala saja. Sisanya adalah kata-kata setuju. Dalam praktek jurnalisme, ada pameo yang mengatakan kehidupan politisi dan wartawan itu tidak akan pernah bisa akur. Mereka tidak bisa jalan atau sepakat dalam sebuah pendapat yang sama. Mereka akan se...

Dari Bakso Tiren Meloncat Ke Gubernur Terpilih

Gambar
Ikut merayakan Imlek tahun Macan, saya seharian ini hanya di rumah. Saya memutuskan menutup diri dari berbagai informasi karena memang sedang ada pekerjaan yang penting dan semoga diterima oleh pemesannya. Sempat dihadapan layar penuh lima jam. Sempat tertidur sore sebentar. Dampaknya malam ini saya tidak bisa tertidur cepat. Layar kembali hidup untuk mencoba melihat apa yang bisa dituliskan di lembaran putih.  Marilah sebentar kita mampir ke Bantul. Kali ini saya ingin membahas tentang penangkapan pembuat bakso berbahan bangkai ayam mati kemarin (Tiren) yang di jumpa pers kan Minggu lalu atau tepatnya 24 Januari 2022 di Polres Bantul.  Sebenarnya tidak ada yang begitu menarik dari kasus ini, kecuali memang bahan ayam tiren itu. Namun dari sisi kedalaman berita, sebenarnya jika diberi kesempatan waktu agak lama, soal waktu produksi bakso yang sudah berlangsung sejak 2015 lalu pantas dikulik.  Suami istri warga Kecamatan Jetis dalam pengakuannya telah memproduksi bakso den...

Di Nalar Saya, Parkir Rp150 Ribu Itu Mahal Sekali Gusti

Gambar
Hari ini saya bertemu teman lama yang akrab saya sapa ‘Gusti’ di restoran kecil di lapang luas daerah Pakem. ‘Gusti’, panggilan akrab jika kami bertemu. Saling timbal balik dan tak ada masalah. Warga asli Kota Gudeg ini memilih bersemedi di daerah dekat Merapi. Katanya menenangkan pikiran dan berdampak banyak menemukan ide-ide di sela waktu yang tidak banyak kerjaan. Kami berbincang panjang dan sampai di topik ‘Parkir Nuthuk Malioboro’ yang satu pekan terakhir ini menjadi berita hangat Kota Yogyakarta. Kami sepakat, bukan soal cerita atau kronologis kejadian. Kami sepakat nilai yang dikeluarkan baik yang benar maupun rekayasa sangatlah mahal untuk tarif parkir kendaraan. Mundur ke belakang. Kasus ini viral dari unggahan warganet di Facebook yang mengeluhkan dikenakan biaya parkir Rp350 ribu di jalan Margo Utomo. Keluhan dibuktikan dengan foto kuintasi yang dikeluarkan pengelola parkir. Ini materi menarik bagi media. Langsung konfirmasi dan seperti biasa jawaban yang diberikan orang-ora...

Selalu Mempertanyakan Banyak Hal, Termasuk Relokasi

Gambar
 Saya memulai tulisan ini dengan penjabaran mengenai arti kata ‘Skeptis’. Sederhana memang. Tapi bagi saya kata ini seperti memiliki sihir alami yang membuat saya selalu berpikir. Berpikir. Berpikir dan akhirnya menentukan pilihan sesuai dengan pengalaman, latar belakang serta tingkat referensi literasi yang saya miliki. Dari KBBI online, sialnya kamus kamus besar cetak yang saya miliki tidak lengkap karena beli di shopping. Arti kata skeptis hanya dijelaskan dengan singkat; kurang percaya, ragu-ragu terhadap keberhasilan ajaran dan sebagainya. Di sebuah laman berita, saya mencomot saja pengertian skeptis yang menurut saya sejalan dengan otak saya. Skeptis merupakan sikap yang mempertanyakan atau mencurigai segala sesuatu karena keyakinan bahwa segala sesuatu tersebut bersifat tidak pasti. Biasanya sikap ini dominan dimiliki oleh orang-orang yang berjiwa pemberontak. Mereka tidak pernah percaya dengan kondisi atau keadaan yang ada di depan mata. Baginya kondisi itu tidak ideal. Ada...

Lakon Kehidupan, Tergambar Di Lima Jari (Dua)

Gambar
Jari Kelingking menjadi perlambang bagi manusia-manusia pengusaha. Kelingking lebih tinggi sedikit dibandingkan jempol. Namun masih kalah rendah dengan tiga jari lainnya. Kelingking terkadang disepelekan dalam banyak fungsi jari. Dia hanya sebagai pelengkap. Tidak banyak fungsinya namun harus tetap ada. Demikianlah falsafat dari pengusaha. Mereka adalah pekerja keras yang menjadi penopang utama sebuah kehidupan wilayah. Keberadaan mereka menjadikan satu negara, satu daerah mapan dan menjadi ketertarikan banyak orang. Mereka cenderung serakah. Frasa kecil modal, harus untuk besar menjadi ayat suci satu-satunya   yang harus dipegang. Tak peduli masyarakat kecil bergelimpangan, tak peduli alam asri rusak parah, tak peduli semuanya asalkan ada untung yang berlipat-lipat. Harta baginya kecil semata. Membeli barang berharga hanya dengan sekejap ucapan. Demikian juga wanita. Mereka mampu mendapatkannya dengan memberikan banyak keinginan dan harta. Mereka tahu keinginan dan harta a...

Lakon Kehidupan, Tergambar Di Lima Jari (Satu)

Gambar
Pernah mendengar atau membaca cerita tentang makna pengertian dari jari-jari yang kita. Lima jari yang disematkan Tuhan pada dua tangan dan kaki kita. Kiri dan kanan. Saya pernah mendengarnya, dari seorang yang saya lupa namanya. Lupa kapan dia becerita. Namun tempatnya sudah pasti ingat, di bengkel ban. Cerita sang pencerita, banyak tahun aku simpan dan belum pernah aku bagi ke siapapun. Terhormatlah kalian yang membaca cerita ini. Cerita yang segera aku perdengarkan ini mengambarkan peran-peran manusia dalam kehidupan. Lima jari menjadi penandanya. Bermula dari ping-sut. Jika kita generasi X, lahir 1980-1990 an. Masa kecil kita pernah diramaikan dengan cara pengundian pemenang untuk memulai lebih dulu sebuah permainan. Menggunakan tiga jari tangan. Ibu jari (jempol), jari telunjuk, dan jari kelingking. Kalian masih ingat aturan mainnya. Sama seperti cara pengundian anak-anak millenial, yang sudah terasuki budaya YouTube. Batu-Gunting-Kertas mengantikan Ping-Sut. Karya k...