Postingan

0.36

Aku masih mengingatnya. Sebuah kacamata hitam, korek api Zippo, dan sebungkus rokok Ardath Softex terhidang pertama kali sebelum teh serta makanan ringan tersaji. “Aku ingin kau membayar hutangmu yang sudah setahun ini tidak terbayar berserta bunganya penuhl,,” katamu penuh amarah. “Tapi kita kan sahabat, berilah aku waktu untuk mencari uang guna membayarmu,” ujarku lirih agar tidak terdengar keras dari teras rumah ini. “Kau selalu berjanji, berjanji, dan berjanji tapi t ak pernah terpenuhi. Sebagai sahabat, aku tetap akan mengangap kamu sebagai sahabat. Namun soal uang dan bisnis, persahabatan hanyalah bonus saja tidak lebih. Saat ini uanglah yang memeng kendali kehidupan,” katamu dengan kasar. Aku masih ingat, itu memang ciri khas bicaramu. Aku masih terus berpikir tentang alasan apa lagi yang ingin aku sampaikan agar ada waktu untuk mencari pinjaman lagi untuk membayar hutang kali ini. Otakku buntu tidak mau bekerja lagi. Aku menyerah. “Bagaimana jika aku membayar dengan...

Matahari

Jadilah pemimpin yang memiliki sifat seperti matahari. Dimana saat engkau terbit, sinarmu yang dilambangkan sebagai kemampuan sesungguhnya dirimu selalu berguna untuk seluruh manusia dan mahluk hidup yang berada di bawahmu. Sinarmu mampu memberikan kehidupan bagi lainnya. Sinarmu mampu menghadirkan kehangatan dalam kebekuan. Sinarmu mampu menjadi terang dalam kegelapan. Sinarmu mampu menjadi bara saat alam sekitar terbiarkan merana. Tanpa lelah, seperti matahari, seorang pemimpin tidak pernah mengeluhkan betapa lelahnya dia terus memberi pijar bagi setiap mahluk yang hidup bergantian. Seperti pada siang dan seperti pada malam. Dia akan selalu berada dan siap sedia ketika dibutuhkan oleh mahluk manusia. Bahkan ketika kegelapan mutlak datang, pemimpin yang berkarakter seperti matahari mampu hadir dengan hanya memantulkan sinarnya melalui bulan. Tidak hanya memberi penerangan, namun juga menjadikan bulan menjadi begitu indah. Begitu kau menjadi pemimpin yang dipercaya rakyat. Maka su...

Filosofi Ritual Kebahagiaan

Filosofi Ritual Kebahagiaan Dalam sebuah obrolan santai malam Jum’at, dengan tidak sengaja saya dan seorang rekan yang lebih senior membahas tentang kepercayaan dalam Jawa dalam mendapatkan kebahagiaan dunia dengan cara yang mudah dan cepat. Tentu saja, kami juga membahas tentang bagaimana prosedur yang harus dilakukan untuk melaksanakan ritual tersebut. Kami percaya, bahwa kepercayaan mendapatkan kebahagiaan dunia secara cepat itu sebenarnya memiliki banyak filosofi kehidupan yang selayaknya dilakukan setiap manusia. Kami membahas kepercayaan ini terlepas dari agama, kami hanya memandang secara filosofi. Karena kami percaya, bahwa ritual, ungkapan, maupun tindak tanduk dalam melakukan sebuah kegiatan dalam Jawa semuanya memuat filosofi yang sarat akan kebaikan bagi manusia. Sebagai contoh, dalam ilmu agar lebih mudah mendapatkan seseorang untuk menjadi kekasih hati ada ilmu “Semar Mesem” yang dipercaya bahwa hanya dengan tersenyum saja, seseorang akan mendapatkan perhatian dan ...

Mengapa Membenci Komunis/Sosialis?

Di akhir September dan awal Oktober setiap tahun, bangsa ini selalu sibuk dengan isu serta pemikiran kiri yang selalu menakutkan. Menakutkan bagi mereka merupakan produk cuci otak orde baru yang selalu memberikan bahwa kiri adalah perusak negeri. Bahkan, komunis dianggap tidak memiliki Tuhan dan itu menjadikan ideologi dari Jerman ini memiliki musuh utama agam yang dianut sebagian besar bangsa ini.             Komunis adalah paham yang dianggap sebagai sebuah penyimpangan di negara yang begitu beragam ini. Bahkan sampai sekarang, paham yang memakai lambang palu arit ini masih menjadi musuh utama. Musuh yang selalu ditakutkan akan bangkit oleh ideologi kapitalis yang menjajah negeri ini.             Saya bukan pendukung komunis maupun ingin menjadikan negeri ini Sosialis seperti yang sekarang ini terjadi di China, Vietnam, Kuba, maupun Korea Utara. Komunis. Ketakutan akan ko...

Kala Raja Gadungan Diciduk

Tulisan ini saya buat, tepat sehari Kanjeng Taat Pribadi ditangkap Kepolisian Probolinggo bersama dengan santuan dari wilayah lainnya. Jadi tulisan ini, bukan ikut-ikutan berita yang sekarang ini sedang ramai terkait Taat Pribadi. Saya sudah kirim ke basabasi.com namun tidak termuat. Selamat membaca.          Saya kira begini ceritanya, ketika pertama kali mengelar pembagian uang gratis bagi ratusan ribu orang di padepokannya yang berada di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pada periode 2015-an. Kanjeng Dimas Taat Pribadi berharap dialah Sang Ratu Adil yang selama ini diharapkan kehadirannya oleh rakyat untuk membawa keselamatan dan kesejahteraan. Dengan keahliannya dalam hal mendatangkan uang secara gaib, dengan disaksikan banyak orang, dalam kurun waktu cepat, Taat Pribadi menjadi terkenal dan menjadi rujukan orang-orang yang ingin cepat kaya tanpa kerja keras. Hanya dengan menjad...

Status Kawan, Mengambarkan Senjakala Media

Ketika status dalam dunia maya seorang kawan berbunyi, pekerjaan wartawan adalah sampingan, yang utama adalah ternak ayam. Saya merasa sedih. Terus terang meskipun itu adalah urusan dan persoalan pribadi yang bersangkutan, namun sebagai mantan rekan satu jawatan di dunia pers, saya tidak setuju dengan status yang dituliskan tersebut. Saya tidak akan memberikan komentar atau tanggapan satupun untuk status itu di dindingnya. Biarlah keluh kesan ini saya tuliskan dalam halaman pribadi milik saya. Saya mengenalnya ketika sama-sama bekerja di koran lokal yang berbeda. Dia asli orang lokal. Dia lebih memahami orang dan wilayah liputannya. Saya masih harus terus belajar, bahkan sampai sekarang. Kawan saya, dia juga lebih bagus mungkin dibandingkan saya, namun ketika meminta berita tentu saja saya akan berikan karena demi persahabatan. Menilik kembali ke status, “wartawan kie sampingan” rasanya apa yang dinyatakan Bre Redana dalam “Senjakala Media Massa” mendekati kebenaran. Meskipun bebe...

Tidak usah melihat seberapa jauhnya. Mulailah dengan satu langkah kecil.

Gambar