Postingan

Tentang Rasa Takut Dan Kegilaan

Gambar
Tiga hari  lalu, di status FB, saya menuliskan bahwa kegilaan yang saya lakukan adalah proses atau tindakan menyelamatkan kehidupan. Kegilaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses adaptasi dan bertahan hidup dalam persaingan.   Saya tidak malu menyatakan kegilaan saya, karena itu apa adanya. Saya melakukannya untuk melawan rasa takut. Ketakutan yang sama anda dan saya rasakan. Entah ketakutan akan apa saja.  Saya paham akan ada resiko besar atas pernyataan saya.  Tak ada nasib yang lebih sial bagi seorang selain dinyatakan gila. Seorang yang dinyatakan gila akan dikucilkan masyarakat, dianggap berbahaya. Jika ia punya anak, maka tak ada orang yang mau menikah dengan anaknya, karena bapaknya gila. Mencari nafkah pun menjadi sulit karena pasti akan ditolak di mana-mana. Dalam dunia kegilaan saya, dunia ini penuh dengan tawa. Tertawa adalah bagian dari cara orang melihat kebenaran, melihat dunia. Tertawa adalah cara orang melihat kebenaran supaya tidak ...

Dari Kelapa Bukan Kelapa, Ke Sepakbola

Gambar
Buku ‘Euforia Sepak Bola Bali’ karya dulur Kambali Zutas, saya terima Sabtu (11/4) siang. Buku bersampul hitam ini adalah karya kedua Ali yang hampir dua puluh tahun berkecimpung dalam dunia olah raga Bali. Melalui 37 karya tulisnya, buku ini seperti menjadi penasbihannya Ali akan capaian tertinggi dalam berbagai proses peliputan keolahragaan di Pulau Dewata. Buku seperti menjadi gambaran perasaan Ali, dan masyarakat Bali pada umumnya, akan penghapus dahaga prestasi dalam sepak bola tenggelam sejak 2006 lalu. Bergelut sejak 2006, Ali hanya sempat dua tahun saja merasakan bagaimana pendalaman berbagai materi sebuah klub yang berlaga di Liga tertinggi Indonesia. Hingga kehadiran Bali United yang mampu meraih juara pada 2019 kemarin seperti menyihirnya untuk melahirkan berbagai tulisan dengan cerita di balik cerita.  Saya ingat ketika pertama kali berkecimpung dalam dunia wartawan, Ali sempat menjadi bahan guyonan di ruang redaksi NusaBali. Tempat kita menjadi kawan dan saudara. ...

Saya Yes!!!

Gambar
Sepanjang perjalanan kehidupan ini. Semua cerita memberikan pengalamanan berharga untuk selalu dikenang dan diceritakan. Tentang keringat dan kesedihan. Tidak ada air mata, sebagai pria air mata hanyalah kesedihan berulang yang ditampilkan di muka public. Sepanjang masa muda, mengharapkan banyak kawan kemudian berusaha menjadi saudara adalah sebuah keputusan mudah yang menyenangkan. Kuncinya hormati dan dengarkan mereka. Hanya itu saja. Persahabatan persaudaraan masa muda, aku rasa memiliki batasan yang tidak bisa dilawan. Percayalah, sedekade ini aku berusaha memperjuangkan kawan-kawan masa mudaku untuk selalu mendapatkan prioritas. Namun kebutuhan dan kebahagian keluarga kecilku, menjadikan kawan di masa muda bukan prioritas lagi. Percayalah. Saya sebenarnya sungguh kehilangan rasa itu dengan sangat terpaksa. Tapi saya berusaha untuk mengulangnya kembali. Begitulah. Siklus dan cerita kehidupan kita sebagai manusia terkadang bisa dikatakan jauh lebih aneh dari pa...

Soal ‘MU’, Kalian Suka Melebih-lebihkan

Gambar
Caption : Suasana hari pertama gelaran Muslim United pada Jumat (11/10). Sejak sore hingga larut malam penonton terlihat memadati ajang tahunan yang kedua kalinya digelar di Masjid Gedhe Kauman. Karena sesaknya, pengunjung memilih duduk-duduk mendengarkan siraham rohani dari pembicara utama. (Kukuh Setyono) Gelaran ‘Muslim United’ memanaskan suasana Yogyakarta dalam satu pekan terakhir. Viral di media sosial, kondisi di lapangan cukup menegangkan di akhir pekan kemarin. Pasalnya, meski dilarang pemilik lahan Masjid Gedhe Kauman yaitu Keraton Ngayogyakarta, panitia pelaksana ‘Muslim United’ terkesan memaksa dan nekad mengelar ajang yang tahunan yang kedua kalinya. Sebelumnya, gelaran ini dijadwalkan berlangsung dari Jumat (11/10) sampai Minggu (13/10), memang tidak mendapatkan ijin untuk penggunaan kawasan Alun-alun Utara dan Masjid Gedhe Kauman. Secara teknis panitia membutuhkan ruang yang lebih lebar dibandingkan tahun lalu karena mendatangkan berbagai ustad terkenal sebaga...

Manusia Desa

Gambar
Kebiasaan orang-orang adalah bicara tanpa pernah menyampaikan bukti atau fakta. Semua berdasarkan kisah-kisah yang terbawa angin. Disemai dari sumber-sumber tak valid, kemudian disajikan menarik dan terkadang rumit untuk semakin berkembang, untuk kemudian diterbangkan kembali oleh angin. Terkadang pembicaraan mereka bagaikan seni, satu bidang yang lahir dan memang ditakdirkan harus rumit. Sebab jika seni tidak rumit maka itu bukan seni, melainkan kaligrafi. Namun hidup tidak semudah kaligrafi dan serumit seni. Hidup adalah sebuah upaya memenuhi rasa ingin tahu dan hasrat terus belajar. Kedua hal itu, pe rcaya atau tidak percaya, bertujuan memperpanjang kehidupan manusia. Suatu malapetaka menyedihkan bagi orang-orang yang seharusnya dapat memberikan buah terbaik inteleknya selama banyak tahun lagi. Karena pengetahuan tidak hanya terdiri atas mengetahui apa yang harus dan dapat kita lakukan. Tetapi juga tahu apa yang dapat kita lakukan dan mungkin tidak kita lakukan...

Rumah Subsidi Nan Sepi

Gambar
Mari membicarakan kondisi lingkungan perumahan saya. Perum Griya Kembang Putih. Berlokasi di atas bukit Selarong atau tepatnya di atas goa bersejarah Selarong di Pajangan, Bantul. Dibangun pada 2012, di masa Presiden SBY. Kawasan ini adalah perumahan yang disubsidi oleh pemerintah lewat program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Dikembangan kontrator PT Rumah Cerdas, pembiayaan dipegang bank BTN secara khusus memprioritaskan pemberian kredit kepemilikan rumah. Dengan masa pengangsuran pinjaman 15-20 tahun, subsidi diberikan melalui keringan bunga pinjaman tetap sebesar 5 persen. Dihargai Rp88 juta, pembeli mendapatkan rumah bertype bangunan 36 dan luas tanah maksimal 70 meter persegi. Dengan uang muka hanya 10 persen dari total harga, pembeli mengangsur Rp700.000 sampai Rp800.000,- tergantung dari lamanya tenor. Dulu, dalam pengajuan kredit rumah. Selain uang muka dan biaya pengurusan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) yang bervariasi...